Mendoakan Kebaikan Untuk Waliyul Amri

Di antara pokok yang agung yang dijelaskan para ulama ahlussunnah kepada umat adalah wajibnya mentaati waliyyul amr dan haramnya memberontak kepada mereka

doa-untuk-waliyul-amr

Para imam Ahli Sunnah semenjak generasi-generasi pertama senantiasa berusaha menjelaskan jalan yang lurus yang ditempuh oleh orang-orang terbaik mereka dari kalangan sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti langkah mereka dalam kebaikan.

Di antara pokok yang agung yang mereka jelaskan kepada umat adalah wajibnya mentaati waliyyul amr dan haramnya memberontak kepada mereka, tidak berhenti sampai di sini bahkan mereka melampauinya kepada hal yang lebih khusus lagi, yaitu mendoakan waliyyul amr dengan taufiq, kebaikan, dan kelurusan jalan, inilah sebagian di antara perkataan-perkataan mereka tentang hal itu :

Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi (wafat tahun 321 H) berkata :

ولا نرى الخروج على أئمتنا و ولاة أمورنا وإِن جاروا ، ولا ندعوا عليهم ولا ننزع يدا من طاعتهم ، ونرى طاعتهم من طاعة الله عزوجل فريضة ما لم يأمروا بمعصية، وندعوا لهم بالصلاح والمعافاة

”Dan kami tidak memandang bolehnya memberontak kepada para pemimpin dan para waliyyul amr kami, meskipun mereka berbuat kecurangan, kami tidak mendoakan kejelekan kepada mereka, kami tidak melepaskan diri dari ketaatan kepada mereka, kami memandang ketaatan kepada mereka adalah ketaatan kepada Alloh Azza wa Jalla sebagai suatu kewajiban selama mereka tidak memerintah kepada kemakshiyatan, dan kami doakan mereka dengan kebaikan dan keselamatan” (Aqidah Thahawiyyah beserta Syarahnya 2/540 ).

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Sebab Datang Dan Hilangnya Hidayah Allah

Inilah 9 hal yang menjadi sebab datangnya hidayah Allah kepada kita, dan apa yang menjadi kebalikannya adalah sebab-sebab hilangnya hidayah.

ujian-hidup

Dikarenakan inti dan hakikat hidayah adalah taufik dari Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan sebelumnya, maka berdoa dan memohon hidayah kepada Allah Ta’ala merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah-Nya.

Dalam hadits Qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian1.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Para ulama sepanjang zaman telah ijma’ (konsensus) menegaskan bahwa orang kafir tidak boleh jadi pemimpin dalam Islam!

pemimpin-kafir

Akhir-akhir ini sedang ramai di media sosial perbincangan tentang hukum memilih orang kafir sebagai pemimpin. Saya heran, kenapa masalah yang sudah jelas seperti ini digugat, diobok-obok dan banyak suara sumbang oleh orang-orang yang ber-KTP Islam, padahal para ulama sepanjang zaman telah ijma’ (konsensus) menegaskan bahwa orang kafir tidak boleh jadi pemimpin dalam Islam!

Saya tidak perlu memperluas masalah ini, berikut nukilan ijma‘ (kesepakatan ulama) dalam masalah ini:

قال القاضي عياض: “أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر،”[9]

Al-Qodhi ‘Iyadh berkata: “Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang kafir” (Syarh Shahih Muslim, 6/315 oleh An Nawawi).

وقال ابن المنذِر:”إنَّه قد أجمع كلُّ مَن يُحفَظ عنه مِن أهل العلم أنَّ الكافر لا ولايةَ له على المسلم بِحال”

Ibnu Mundzir berkata: “Seluruh ulama telah bersepakat bahwa orang kafir tidak boleh menjadi pemimpn apapun keadaannya” (Ahkamu Ahli Dzimmah, 2/787 oleh Ibnul Qoyyim).

وقال ابن حَزم: “واتَّفقوا أنَّ الإمامة لا تجوز لامرأةٍ ولا لكافر ولا لصبِي”

Ibnu Hazm berkata: “Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada wanita, kafir, dan anak kecil”. (Marotibul Ijma‘ hlm. 208).

Apakah setelah ijma’ para ulama tersebut, kita masih ragu?! Masihkah lagi kita mengatakan: “Pemimpin kafir yang adil lebih baik daripada muslim yang koruptor?“.

Apakah para ulama bersepakat di atas kesesatan wahai hamba Allah? Merekakah yang tersesat ataukah engkau yang tersesat jauh dari jalan yang lurus?!

***

Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Artikel Muslim.or.id

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Balaslah Keburukan Dengan Kebaikan

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia

tafsir_quran

Dalam kehidupan sehari-hari, Pasti ada saja orang-orang yang membenci kita, orang-orang yang zholim , orang-orang yang melakukan hal-hal buruk, baik berupa hinaan, cacian, dan semacamnya.

Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap mereka ini?

Allah Ta’ala berfirman :

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat : 34).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Bagaimana Akal Menunjukan Keberadaan Allah Ta’ala?

Dalil akal yang menunjukan akan keberadaan Allah sebagai tuhan pencipta sangat banyak dan bermacam macam bentuknya, namun dalam tulisan ini hanya akan dicukupkan dengan dua dalil saja

brain

Pada dasarnya keyakinan akan keberadaan Allah Ta’ala merupakan hal yang bersifat naluri atau fitrah. Seseorang tidak perlu berfikir atau belajar untuk mengetahui bahwa Allah itu ada. karena pengetahuan tersebut sudah ada sejak dia diciptakan. Sama hal nya dengan pengetahuan seseorang bahwa kue yang telah di potong lebih sedikit dari kue yang masih utuh. Atau pengetahuan bahwasanya suatu perbuatan pasti ada pelakunya. Seorang anak kecil pun ketika dia dipukul dari belakang misalnya, dengan nalurinya dia akan menengok, dan mencari siapa pelakunya. Kalau kemudian dikatakan kepadanya bahwa tidak ada seorang pun yang memukulnya, dia tidak akan percaya. Bahkan mungkin dia akan menangis hingga mengetahui siapa yang memukulnya untuk kemudian bisa membalasnya. Begitu juga tentang pengetahuan seseorang adanya Allah sebagai Tuhan pencipta. Tanpa berpikir dan belajar pun hal tersebut sudah ada, tertanam dalam setiap jiwa manusia.

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Selingkuh: Pengkhianatan dalam Pernikahan

 konflik-pasutri1

 

Banyak sekali kepanjangan dari kata yang sering dijadikan akronim ini, di antaranya adalah: Selingan Indah Rumah Tangga Utuh, Selingan di Kala Jenuh, Selingan Indah Karier Runtuh, atau Selingan Indah Keluarga Runtuh. Apapun itu, yang pasti selingkuh memang bahaya laten yang dapat memporak-porandakan keutuhan rumah tangga.

“Selingkuh”, kata dan perbuatan yang tidak asing lagi di telinga dan mata kita, -Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan yang demikian-. Jika dahulu kita banyak temukan perselingkuhan dalam kehidupan nyata, sekarang hal itu pun sudah semakin merambah dan menggejala di dunia maya. Ditambah lagi maraknya berbagai fasilitas teknologi (telepon seluler, media jejaring sosial -terutama Facebook, Twitter,- dan beragam aplikasi chatting [mengobrol]) semakin memudahkan dan memuluskan jalan bagi tindakan asusila ini bagi para pelakunya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Jangan Mudah Menyebarkan Foto dan Video Korban Bencana dan Tragedi Kemanusiaan!

Jagalah kehormatan saudaramu yang menjadi korban

 
mina-tent-city-10[6]

Tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram dan tragedi Mina pada musim haji tahun ini yang memakan ratusan korban jiwa adalah musibah yang sangat memilukan dan cukup mengundang simpati kaum muslimin di seluruh dunia. Tak terkecuali di dunia maya, di mana sangat mudah ditemui foto-foto dan video korban tragedi bertebaran di beranda facebook dan twitter.

Ada satu catatan penting yang nampaknya luput dari perhatian khalayak. Adalah satu fenomena yang marak akhir-akhir ini yaitu mengabadikan dan menyebarkan foto/video korban tragedi kemanusiaan. Fenomena tersebut patut kita kaji bersama secara seksama karena menyangkut kemaslahatan orang banyak. Sudah tentu dalam hal ini kita selalu menyandarkan pada aturan syari’at yang senantiasa memberikan solusi tanpa ada pihak yang dirugikan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar