HALAMAN MUKA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Selamat datang di website Abi Murti Al Buluny. Silakan menyebarkan isi website ini selama untuk tujuan dakwah dan bukan untuk tujuan komersil dan tetap mencantumkan sumber asli dari mana isi/artikel dalam website ini diambil/di-link-kan.  Sukron, barakallahu fiikum wa jazakumullahu khairan …

Iklan
Dipublikasi di Artikel, e-Book | Meninggalkan komentar

Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri?

Syaikh Shalih Fauzan menjelaskan bahwa ulil amri itu setiap penguasa muslim secara mutlak baik diangkatnya secara syari’iy atau pun tidak sesuai syari’at

kacamata-islam-007-ulil-amri-pemimpin

Pertanyaan:

Ustadz tolong jelaskan siapa itu ulil amri, dan apakah syarat disebut ulil amri harus dengan pengangkatan secara syari’iy serta bagaimana jika ia berhukum kepada hukum selain islam, apakah masih disebut ulil amri ?

Jawab:

Syaikh Shalih Al Fauzan ditanya: “Apakah prinsip ini, khusus untuk penguasa yang berhukum dengan syariat Allah sebagaimana negeri kita yang diberkahi ini, ataukah umum untuk pemerintah kaum muslimin bahkan yang tidak berhukum dengan syariat Allah dan menggantinya dengan qawanin wadh’iyyah (hukum buatan manusia)?”

Beliau menjawab: “Allah ‘Azza Wajalla berfirman: مكنم رملأا يلوأو “Dan ulil amri di antara kalian” [QS An Nisa 59]. Maksudnya, dari kaum muslimin. Maka jika dia penguasa itu muslim, tidak kafir kepada Allah dan juga tidak melakukan salah satu dari pembatal-pembatal keislaman, maka dia adalah ulil amri yang wajib ditaati (Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13289).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Keutamaan Puasa Asyura dan Sejarahnya

puasa_asyura

Apa saja keutamaan puasa Asyura dan bagaimanakah sejarahnya?

Sejarah Puasa Asyura

‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharrom[1]. Dia adalah hari yang mulia. Menyimpan sejarah yang mendalam, tak bisa dilupakan.

Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.[2]

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

HAK ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA YANG WAJIB DIPENUHI OLEH HAMBA

Dari Mu’âdz bin Jabal[1] Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai. Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku:

يَامُعَاذُ ، أَتَدْرِيْ مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ ، وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ ؛ قَالَ : حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلَا يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا ، وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا. قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ ؟ قَالَ : لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوْا

Wahai Mu’âdz! Tahukah engkau apa hak Allâh yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi oleh Allâh? Aku menjawab, ‘Allâh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Hak Allâh yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah mereka hanya beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allâh ialah sesungguhnya Allâh tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.’ Aku bertanya, ‘Wahai Rasûlullâh! Tidakperlukah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Janganlah kausampaikan kabar gembira ini kepada mereka sehingga mereka akan bersikap menyandarkan diri (kepada hal ini dan tidak beramal shalih)’.”

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Sikap Asma’ Dalam Kehidupan yang Penuh Derita

Asma’ memberikan contoh yang mulia untuk para wanita muslimah secara keseluruhan, dalam bersabar ketika berada dalam kehidupan yang penuh kekurangan

poligami

Dalam kisah berikut ini, Asma’ binti Abu Bakar –radhiallahu ‘anhuma– telah memberikan contoh yang sangat menarik. Yaitu Abu Bakar keluar dengan membawa semua hartanya pada saat hijrah. Kisah diceritakan kepada kita oleh Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Zubair, bahwa bapaknya memberitahukan kepadanya dari neneknya, Asma’ binti Abu Bakar.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Mencela Pemimpin, Ciri Khas Kelompok Khawarij

Awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, koran dan medsos tetapi membengkak hingga tiada lain terminal akhirnya kecuali memberontak pemimpin

jihad-islam

Mencela pemimpin merupakan ciri khas manhaj yang ditempuh oleh kaum khawarij. Awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, koran dan medsos tetapi membengkak hingga tiada lain terminal akhirnya kecuali memberontak pemimpin.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Makna Istilah Thaghut

Di dalam Al Qur’an terdapat istilah thaghut dan kita diperingatkan untuk meninggalkan penyembahan kepada thaghut. Apakah makna Thaghut itu? Apa dan siapa saja yang termasuk thaghut?

thaghut

 

Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullahu Ta’ala

Soal:

Apakah kata (istilah) thaghut mencakup benda-benda yang tidak mengajak manusia agar beribadah kepadanya, seperti matahari, pohon, patung, dan batu? Apakah kaum muslimin yang bertakwa, seperti Imam Asy-Syafi’i, bisa disebut sebagai thaghut karena manusia menyembah beliau atau menyembah kubur beliau?

Jawab:

Segala puji bagi Allah Ta’ala.

Tidak semua yang disembah selain Allah Ta’ala disebut dengan thaghut. Karena pendapat yang benar dari berbagai pendapat para ulama tentang makna istilah thaghut adalah sebagaimana perkataan Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullahu Ta’ala dalam Tafsir-nya (3/21):

الصواب من القول عندي في الطاغوت أنه كل ذي طغيان على الله ،  فعبد من دونه ، إما بقهر منه لمن عبده ، وإما بطاعة ممن عبده له ، إنساناً كان ذلك المعبود ، أو شيطاناً أو وثناً أو صنماً أو كائناً ما كان من شيء وقال أيضاً : وأصل الطاغوت .. من قول القائل طغا فلان يطغو إذا عدا قدره فتجاوز حده 

Yang benar menurut pendapatku tentang makna thaghut adalah semua orang yang melampaui batas terhadap Allah Ta’ala, sehingga dia pun disembah selain Allah Ta’ala. Baik hal itu disebabkan karena kekuasaannya atas orang-orang penyembahnya atau karena ketaatan para penyembahnya kepadanya, baik sesembahan tersebut berupa manusia, setan, patung, berhala, atau sesembahan dalam bentuk apa pun.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Bolehkah Hukuman Kebiri Bagi Pemerkosa

Hukuman kebiri bertentangan dengan syariat dan juga sangat tidak manusiawi dan merupakan penyiksaan dan bukan tujuan dari syariat yaitu menjaga keturunan

hukuman-kebiri

Jawabannya adalah tidak boleh. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam melarang untuk melakukan kebiri. Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan,

كنا نغزو مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس لنا نساء؛ فقلنا: ألا نستخصي؟ فنهانا عن ذلك

Kami pernah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam sedang ketika itu tidak ada wanita pada kami.” Maka kami bertanya : “Apa sebaiknya kita kebiri diri kita ?” Maka Beliau melarang kita untuk melakukannya”1.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar